
Umroh merupakan ibadah yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Ibadah ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang besar, baik dari sisi penghapusan dosa, keberkahan hidup, hingga peningkatan keimanan.
Berikut adalah penjelasan lengkap keutamaan umroh beserta dalil-dalil shahih yang menjadi landasannya.
Salah satu keutamaan terbesar dari umroh adalah sebagai penghapus dosa.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَاArtinya:
“Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap umroh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai sunnah akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara dua waktu umroh. Ini menjadi peluang besar bagi seorang muslim untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Umroh juga menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki dan terangkatnya kesulitan hidup.
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ
Artinya:
“Iringilah antara haji dan umroh, karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa.”
(HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Ibadah umroh tidak membuat seseorang menjadi miskin karena biaya yang dikeluarkan. Justru sebaliknya, Allah menjanjikan keberkahan dan kecukupan rezeki bagi orang yang melaksanakannya. Selain itu, dosa-dosa juga akan dihapuskan sebagai bentuk rahmat dari Allah.
Orang yang melaksanakan umroh memiliki kedudukan istimewa sebagai tamu Allah.
الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ، إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ
Artinya:
“Orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, maka Allah akan mengabulkan doa mereka.”
(HR. Ibnu Majah)
Sebagai tamu Allah, jamaah umroh mendapatkan kemuliaan dan perhatian khusus. Doa-doa yang dipanjatkan di tanah suci memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Oleh karena itu, umroh menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan kepada Allah.
Umroh termasuk ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat besar.
جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ: الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ
Artinya:
“Jihad bagi orang tua, anak-anak, orang lemah, dan wanita adalah haji dan umroh.”
(HR. An-Nasa’i)
Hadits ini menunjukkan bahwa umroh memiliki nilai yang tinggi, bahkan disetarakan dengan jihad bagi mereka yang tidak mampu melaksanakannya. Ini menjadi bukti bahwa umroh bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi ibadah yang sangat agung di sisi Allah.
Melaksanakan umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa.
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ
“Apabila datang bulan Ramadhan, maka berumrahlah pada bulan itu, karena umroh di bulan Ramadhan senilai dengan haji.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Kesetaraan yang dimaksud adalah dalam hal pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan waktu Ramadhan, sehingga ibadah umroh yang dilakukan pada bulan tersebut mendapatkan ganjaran yang sangat besar.
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
“Barang siapa yang thawaf di sekitar Kabah sebanyak tujuh putaran dengan menghitungnya, lalu ia shalat dua rakaat, maka hal itu seperti memerdekakan seorang budak. Setiap kali ia mengangkat dan meletakkan kakinya, Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan, menghapus darinya satu kesalahan, dan mengangkat baginya satu derajat.” (HR. Tirmidzi, no. 959; Ahmad, no. 4462; Ibnu Majah, no. 2956).