
Dalam menyambut hari raya kita disunnahkan untuk membaca, takbir, tahlil dan tahmid. Takbir saat hari raya Idul Adha memiliki waktu yang berbeda dengan hari raya Idul Fitri. Berikut dalil tentang kapan seharusnya takbir hari raya Idul Adha dikumandangkan.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memperbanyak membaca takbir, tahlil, dan tahmid pada 10 hari pertama Dzulhijjah (1–10 Dzulhijjah) dan berakhir pada 13 Dzulhijjah, sebagaimana sabda beliau:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” Yakni, 10 hari pertama dari bulan Zulhijah. Mereka (para shahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?” Beliau bersabda, “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan apa pun.”(HR Abu Dawud dan Bukhari dengan lafadz sedikit berbeda)
Para sahabat juga memperbanyak takbir dan berbagai amalan saleh lainnya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini:
Hadis dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad)
Lafal takbir tidak adal dalil khusus yang menjelaskannya, kita bisa melafalkan sesuai takbir hari raya seperti biasanya.
Masyarakat umumnya memulai takbir pada malam 10 Dzulhijjah setelah Maghrib, dan hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun berdasarkan dalil dari Rasulullah SAW, umat Islam memulai takbir sejak tanggal 9 Dzulhijjah setelah salat Subuh.
Artinya: “Umar, Ali dan Ibnu Mas’ud ra bersepakat mengenai takbir dimulai dari setelah shalat subuh pada hari Arafah yaitu tanggal 9 Zulhijjah.” [As-Sunan al-Kubra li al-Baihaqi, III: 314]
Dalam kita Fathul Bari disebutkan perkataan dari sahabat Nabi yaitu dari ‘Ali dan Ibnu Mas’ud bahwa takbir Idul Adha dimulai dari waktu Shubuh di hari Arafah hingga hari terakhir dari hari tasyriq (hari mabit di Mina).
Dari penjelasan di atas, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sejak 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai takbir yang bersifat umum. Adapun takbir yang bersifat khusus dimulai pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah setelah salat Subuh, lalu berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah atau akhir hari Tasyrik. Meski demikian, masyarakat juga boleh memulai takbir pada malam 10 Dzulhijjah setelah salat Maghrib.