Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
5 Sep 2026 Artikel

Penting! Panduan Lengkap Pelaksanaan Thawaf Bagi Jamaah Umroh Sesuai Sunnah

Mengelilingi Ka’bah (Thawaf) merupakan salah satu momen paling emosional dan bernilai spiritual tinggi bagi umat Islam di Tanah Suci. Pemandangan jutaan jamaah yang bergerak selaras mengitari Baitullah menjadi simbol nyata dari prinsip kesetaraan serta ketauhidan kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang hendak menunaikan ibadah Haji maupun Umrah, memahami tata cara thawaf secara mendalam adalah hal yang krusial. Simak panduan komprehensif mengenai konsep, ragam jenis, hukum, keabsahan, hingga tata cara dan bacaannya berikut ini.

1. Definisi Thawaf

  • Secara Bahasa (Etimologi): Berasal dari kata bahasa Arab thaafa – yathaafu – thaawafan (طَافَ – يَطُوفُ – طَوَافًا) yang bermakna mengelilingi suatu objek.

  • Secara Istilah (Terminologi Syariat): Bentuk ibadah dengan cara mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Gerakan ini dimulai dan diakhiri di titik Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah senantiasa berada di sisi kiri jamaah (berlawanan arah jarum jam).

2. Hukum-Hukum Thawaf

Ketentuan hukum thawaf terbagi berdasarkan konteks ibadah yang sedang dijalankan:

  • Rukun: Wajib dilaksanakan dan menjadi penentu sahnya Haji atau Umrah. Jika ditinggalkan, ibadah tidak sah dan tidak dapat diganti dengan membayar dam (denda). Contoh: Thawaf Umrah dan Thawaf Ifadhah.

  • Wajib: Harus dikerjakan, namun jika terlewat karena alasan syar’i (udzur), ibadahnya tetap sah dengan ketentuan wajib membayar dam. Contoh: Thawaf Wada’ (perpisahan).

  • Sunnah: Dianjurkan untuk mengumpulkan pahala tambahan selama berada di Makkah dan tidak dikenakan denda apabila tidak dilakukan.

3. Ragam Jenis Thawaf

Jenis Thawaf Keterangan & Tujuan
Thawaf Qudum Thawaf “selamat datang” sebagai bentuk penghormatan awal saat tiba di Makkah (sunnah).
Thawaf Ifadhah Rukun utama dalam ibadah haji yang dilaksanakan seusai wukuf di Arafah.
Thawaf Umrah Rukun wajib yang menentukan keabsahan rangkaian ibadah umrah.
Thawaf Wada’ Thawaf perpisahan yang dilakukan sebelum jamaah meninggalkan kota Makkah.
Thawaf Sunnah (Tathawwu) Pilihan ibadah tambahan yang dapat dikerjakan kapan saja di luar ritual utama Haji/Umrah.
Thawaf Nazar Thawaf yang hukumnya menjadi wajib akibat adanya janji/nazar pribadi.

4. Syarat Keabsahan Thawaf

Agar ritual thawaf terhitung sah di mata syariat, jamaah wajib memenuhi beberapa kriteria yang mirip dengan syarat shalat:

  • Suci dari Hadas dan Najis: Wajib memiliki wudhu serta bersih dari najis pada tubuh maupun pakaian.

  • Menutup Aurat: Batasan aurat yang ditutup sama seperti standar dalam shalat.

  • Berawal dan Berakhir di Hajar Aswad: Hitungan putaran secara resmi dimulai tepat pada garis sejajar Hajar Aswad.

  • Ka’bah di Sisi Kiri: Arah putaran harus berlawanan dengan arah jarum jam.

  • Menyempurnakan 7 Putaran: Harus yakin telah menyelesaikan tujuh kali putaran. Jika timbul keraguan, pegang jumlah putaran yang paling sedikit.

  • Dilakukan di Dalam Masjidil Haram: Dilaksanakan di area Mataf luar Ka’bah (dilarang memotong jalur melewati bagian dalam Hijir Ismail).

5. Tahapan Tata Cara Pelaksanaan

  1. Bersuci dan Berpakaian Sesuai Ketentuan: Pastikan telah berwudhu. Bagi pria pada thawaf umrah/qudum, terapkan gaya Idhthiba’ (membuka bahu kanan pada kain ihram).

  2. Menuju Titik Mulai (Hajar Aswad): Melangkah ke garis awal yang sejajar dengan Hajar Aswad (biasanya ditandai dengan lampu hijau di dinding masjid).

  3. Melakukan Istilam: Menghadap ke Hajar Aswad untuk menciumnya jika memungkinkan. Jika kondisi padat, cukup menyentuh dan mencium tangan, atau melambaikan tangan (memberi isyarat) dari jauh seraya bertakbir.

  4. Mengitari Ka’bah: Mulai berjalan dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri Anda.

  5. Lari-Lari Kecil (Ramal): Khusus pria pada thawaf qudum atau umrah, disunnahkan berlari kecil pada 3 putaran pertama, lalu berjalan biasa pada 4 putaran sisanya.

  6. Melewati Rukun Yamani: Saat berada di sudut Rukun Yamani, disunnahkan mengusapnya tanpa menciumnya. Jika tidak memungkinkan, cukup melewatinya tanpa perlu memberi isyarat tangan.

  7. Melengkapi 7 Putaran: Lakukan putaran secara berurutan hingga genap 7 kali dan berakhir kembali di sudut Hajar Aswad.

  8. Shalat Sunnah Thawaf: Usai merampungkan 7 putaran, laksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

  9. Meminum Air Zamzam: Tutup rangkaian dengan meminum air Zamzam dan memanjatkan doa.

6. Bacaan dan Doa Saat Thawaf

Secara umum, Rasulullah SAW tidak menetapkan doa khusus yang kaku di setiap putarannya. Jamaah diberi kebebasan membaca zikir, tahmid, tasbih, istighfar, ayat Al-Qur’an, maupun berdoa dengan bahasa sendiri.

Namun, terdapat sunnah bacaan yang sangat dianjurkan pada momen tertentu:

A. Saat Mengawali Putaran (Di Posisi Hajar Aswad)

Mengangkat tangan (atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan) sambil mengucap:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Bismillahi, Allahu Akbar”

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

B. Di Antara Rukun Yamani hingga Hajar Aswad

Disunnahkan memanjatkan “Doa Sapu Jagat” pada setiap putaran ketika melintasi area antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaaban-naar.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Catatan:

Pemahaman manasik yang tepat merupakan kunci utama menuju ibadah yang mabrur. Rencanakan perjalanan ibadah Anda ke Tanah Suci agar dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan senantiasa sesuai dengan petunjuk sunnah.

Apakah Anda membutuhkan penyesuaian gaya bahasa lebih lanjut (misalnya lebih formal/santai) atau ingin menambahkan poin pembahasan lain?

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *