Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
19 Mar 2026 Artikel

Masjid Qiblatain Dan Peristiwa Perpindahan Kiblat

Pernahkah kamu mendengar Masjid dengan 2 arah kiblat? Jangan salah persepsi terlebih dahulu karena maknannya bukan berarti Masjid ini memiliki 2 arah kiblat yang masih digunakan hingga sekarang. Namun, ada kisah perpindahan kiblat umat Islam yang terjadi di sini. Masjid ini menjadi saksi perpindahan arah kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis (Palestina) menjadi ke arah Ka’bah di Mekah.

Masjid Qiblatain adalah sebuah Masjid yang terletak di Kota Madinah, tepatnya sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi. Masjid Qiblatain awalnya bernama Masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah sahabat nabi, Bani Salamah. Qiblatain artinya 2 kiblat. Di Masjid ini, Rasulullah menerima wahyu dari Allah SWT untuk mengubah arah kiblat.

Kisah perpindahan arah kiblat itu terjadi pada saat Rasulullah SAW dan para sahabat sedang melaksanakan salat Zuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu, Rasulullah baru menyelesaikan salat Zuhur rakaat yang ke-2, kemudian malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu agar Rasulullah SAW mengubah arah kiblatnya menjadi ke Ka’bah di Mekah sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-quran, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144).

Setelah mendapatkan wahyu tersebut, Rasulullah SAW diikuti para sahabat (makmum salat) langsung mengubah arah kiblat mereka yang semula ke arah Baitul Maqdis menjadi ke arah Masjidil Haram dan kemudian melanjutkan salatnya. Semenjak itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Mekah. Nama Masjid Bani Salamah ini pun dikenal dengan Masjid Qiblatain atau Masjid 2  arah kiblat. Ada yang berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi ketika Nabi SAW sedang melakukan salat Zuhur, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa ini terjadi saat Nabi SAW sedang melakukan salat Asar.

Secara arsitektur, sejarah perpindahan arah kiblat itu dapat terlihat dari bagunan Masjid ini. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Kini bangunan Masjid Qiblatain memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam salat, setelah direnovasi oleh pemerintah Arab Saudi dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina. Masjid ini juga memiliki 2 menara dan 2 kubah kembar. Kubah utama menunjukkan arah kiblat yang benar, sedangkan kubah kedua hanya dijadikan sebagai pengingat sejarah saja.

Masjid Qiblatain kerap menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi jemaah haji/umrah. Jika kamu berumrah bersama Alkahfi, kamu akan merasakan ziarah ke berbagai tempat bersejarah di Kota Madinah, termasuk mendapatkan pengetahuan tentang Masjid Qiblatain ini.

 

Sumber Foto: Istimewa

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *