
Jika sedang berada di Kota Mekah, salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh jemaah Indonesia adalah Kota Thaif. Kota ini memiliki berbagai keistimewaan. Bukan hanya dari segi geografisnya yang memukau, melainkan juga menyimpan kisah sejarah perjuangan dakwah Rasulullah SAW dalam perkembangan agama Islam.
Kota Thaif terletak di antara lembah pegunungan Asir dan pegunungan al-Hada dengan jarak sekitar 67 km dari Kota Mekah. Kota ini banyak diminati sebagai destinasi city tour jemaah Indonesia setelah melakukan ibadah umrah karena memiliki iklim yang sejuk dan subur. Tempat ini juga terkenal dengan perkebunan mawarnya yang indah sehingga kerap dikenal sebagai Kota Mawar. Melalui proses penyulingan, mawar-mawar yang dihasilkan dari kota ini salah satunya dijadikan sebagai minyak wangi yang populer di kalangan jutaan muslim yang melaksanakan ibadah haji dan umrah ke Makkah dan Madinah. Selain kebun mawar, Kota Thaif juga kaya akan sumber alam lainnya seperti buah-buahan.
Di balik keindahan Kota Thaif, nyatanya tempat ini menyimpan sejarah haru tentang perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Sepeninggal Abu Thalib dan Khadijah RA , gangguan kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW semakin meningkat. Kaum Quraisy tak peduli dengan kesedihan yang tengah menghinggapi diri Rasulullah. Hingga akhirnya, Rasulullah memutuskan keluar dari Mekkah untuk menuju Thaif. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berharap penduduk Thaif mau menerimanya.
Namun, harapan Rasulullah ternyata hanyalah tinggal harapan. Bukannya mendapatkan penerimaan, penduduk Thaif justru menolak beliau dan mencemoohnya habis-habisan, bahkan Rasulullah mendapatkan perlakuan secara kasar dari mereka. Hal ini semakin menggoreskan kesedihan di dalam hati Rasulullah sehingga beliau pun kembali ke Mekkah dalam keadaan sangat sedih, merasa sempit, dan susah.
Karena begitu kejamnya perlakuan penduduk Thaif kepada kekasih Allah ini hingga membuatnya dirundung kesedihan, malaikat Jibril pun menyampaikan bahwa Allah telah mengirimkan malaikat penjaga gunung untuk melakukan apa saja yang Rasulullah perintahkan. Bahkan, jika Rasulullah mau, gunung itupun bisa ditimpakan di kota tersebut. Bukannya menerima tawaran tersebut, Rasulullah SAW justru menjawab: “(Tidak) namun aku berharap supaya Allah Azza wa Jalla melahirkan dari anak keturunan mereka orang yang beribadah kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun jua”. (HR Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim).
Betapa mulianya hati Rasulullah SAW. Meskipun begitu kejam sambutan dan perlakuan penduduk Thaif terhadapnya, tetapi sikap Rasulullah SAW justru begitu teduh. Saat ini, Kota Thaif tumbuh sebagai kota yang subur dan diberkahi dengan penduduknya yang beriman kepada Allah SWT. Kisah ini seakan menjadi pengingat bagi kita bahwa tidak ada yang sia-sia di sisi Allah SWT. Jika kamu ingin merasakan langsung keindahan Kota Thaif, Alkahfi bisa menjadi pilihan teman perjalanan kamu menelusuri kota ini sembari menambah khasanah pengetahuan. Alkahfi menyediakan beragam paket perjalanan Umroh Plus Thaif yang bisa kamu pilih. Informasi selengkapya tentang Umroh Plus Thaif, silakan menghubungi kami melalu narahubung berikut ini (0811-6555-125).