Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh dan Haji bersama Alkahfi umroh & Hajj Biro Perjalanan Umroh Sesuai Alqur'an & Sunnah Meraih ibadah umroh sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
10 Mar 2026 Artikel

Menelusuri Sejarah Nabi Saw di Jabal Nur

Mendalami sirah nabawiyah langsung dari tempatnya menjadi salah satu keberuntungan bagi siapa saja yang bisa merasakannya. Biasanya, mereka yang menunaikan ibadah haji/umrah akan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Kota Mekah dan Madinah. Salah satunya adalah Jabal Nur.

Jabal Nur merupakan satu di antara banyaknya tempat bersejarah di Kota Mekah. Jabal artinya“gunung” sedangkan Nur berarti “cahaya”. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 640 m dan terletak di area perbukitan utara Kota Mekah. Terdapat Gua kecil di puncak Jabal Nur. Gua inilah yang sering menjadi tempat Nabi Muhammad SAW melakukan khalwah (menyendiri atau menyepi), apalagi ketika beliau ingin mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan Kota Mekah dan masyarakatnya yang masih menyembah berhala kala itu. Gua ini bernama Gua Hira, tempat terjadinya sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjalanan kenabian Nabi Muhammad SAW.

Pada tahun 610 M, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, beliau kembali melakukan khalwah seperti biasanya di Gua ini. Namun, pada saat itu terjadi sebuah peristiwa luar biasa. Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Nabi SAW di gua itu, tepatnya pada malam ke-17 Ramadan. Saat itu, Jibril mendekati Nabi SAW dan memintanya untuk membaca. Melihat kedatangan Jibril, Nabi pun terkejut. Nabi SAW hanya menjawab “aku tidak bisa membaca”. Malaikat Jibril berulang kali mengatakan hal yang sama kepada Nabi SAW, “Iqra”. Namun, Nabi SAW tetap mengatakan “Aku tidak bisa membaca”. Tiga kali malaikat Jibril meminta Nabi SAW untuk membaca, hingga akhirnya Jibril menyampaikan wahyu Allah yang tercantum dalam Surah Al-Alaq, ayat 1-5: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)

Setelah wahyu pertama itu turun, Nabi SAW merasa ketakutan atas apa yang ia alami malam itu. Nabi SAW bergegas pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Nabi SAW menjumpai istrinya. Khadijah RA yang saat itu melihat suaminya ketakutan dan penuh keringat pun mencoba menenangkannya. Kemudian, Nabi SAW menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Khadijah RA. Mendegar cerita itu, Khadijah RA membawa Nabi SAW menemui sepupunya Waraqah bin Naufal, seorang ahli kitab yang memahami ajaran Yahudi dan Nasrani.
Mendengar cerita Nabi SAW, Waraqah bin Naufal mengatakan bahwa yang menemui Nabi SAW itu adalah Jibril, sebagaimana malaikat ini pernah mendatangi nabi sebelumnya. Waraqah juga menyampaikan bahwa Nabi SAW telah dipilih Allah sebagai Nabi yang akan menghadapi banyak tantangan dalam menyampaikan risalahnya kelak. Peristiwa ini memandai dimulainya era baru dalam sejarah, yaitu lahirnya Islam sebagai agama pembawa cahaya kebenaran.

Saat ini, Jabal Nur kerap dijadikan salah satu destinasi yang dikunjungi jemaah haji/umroh saat melakukan city tour Kota Mekah. Tak jarang, terkadang para jemaah juga melakukan pendakian dan ingin melihat langsung lokasi turunnya wahyu pertama tersebut. Meski demikian, sebenarnya tidak ada keutamaan apapun yang dianjurkan bagi kita untuk mendaki Jabal Nur. Namun, di tempat ini kita bisa mengambil khasanah pengetahuan tentang sejarah penting itu.

Sebagai salah satu lokasi bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam, Jabal Nur juga menjadi destinasi city tour yang sering dikunjungi oleh para jamaah umrah. Melalui kunjungan ke tempat ini, jamaah dapat menambah wawasan tentang sejarah turunnya wahyu pertama sekaligus menelusuri jejak perjuangan Rasulullah SAW di awal masa kenabian. Alkahfi Tour & Travel Medan menyediakan program city tour Mekah yang memasukkan Jabal Nur sebagai salah satu tujuan perjalanan, sehingga jamaah tidak hanya melaksanakan ibadah umrah, tetapi juga memperoleh pengalaman edukasi sejarah Islam yang penuh makna dari tempat-tempat yang pernah dilalui Rasulullah SAW.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *